Huh, pagi-pagi baru mo berangkat kerja udah liat pemandangan gak sedap. Sebenarnya biasa sih di pasar Ciputat angkot ngetem di tengah jalan, jadi mobil gak bisa nyalip dari kiri atopun dari kanan. Dan biasa juga kalo hal itu menimbulkan kemacetan baik mobil maupun motor. Dan sudah biasa kalo ada pengguna jalan yang agak emosi.
Nah, ada salah satu bikers yang gak bisa nahan emosi dan menggedor pintu angkot itu. Bagus juga efeknya, angkot itu jalan lagi dan jalan macet jadi lancar kembali.
Eeeh ternyata angkot itu gak sekedar jalan, tapi jalannya ngebut sambil membunyikan klakson dan sopirnya teriak-teriak memaki dan mengejar bikers yang barusan menggedor pintu angkotnya. Karena jalan masih tersendat sopir angkot itu turun dan lari mengejar bikers tersebut. Akhirnya sopir angkot itu mendorong bikers tersebut dari motornya dan memukulinya. Untungnya bikers tadi tidak membalas dan langsung pergi meninggalkan sopir angkot itu, jadi urusannya gak tambah panjang.
Jadi gak tau nih kalo sudah begini siapa yang salah siapa yang benar. Bukannya sudah biasa angkot ngetem di tengah jalan? Sudah biasa juga kan kalo jalan macet? Dan kalo ada pengguna jalan yang emosi kan juga biasa? Tapi kenapa harus ada yang gedor-gedor, marah-marah, dan pukul-pukulan?
Kata orang sih kepala boleh panas tapi hati tetap dingin, ato hati panas tapi kepala dingin? Bisa gak ya?
Sepertinya susah.
Kamis, Juni 19, 2008
Pagi-pagi
Sabtu, Juni 07, 2008
Explore West Sumatera 2008
Hotel di Padang penuh!!! Saat ini susah bener nyari 3 kamar hotel di Padang, apalagi kalau tidak membooking jauh-jauh hari sebelumnya. Kalaupun ada 3 kamar, paling cuma untuk dua tiga malam. Apa boleh buat, akhirnya selama seminggu pertama pindah hotel tiga kali.
Itu mungkin akibat program Explore West Sumatera 2008 yang sedang dilaksanakan pemerintah provinsi Sumatera Barat untuk mendukung Visit Indonesia 2008. Kegiatan ini didukung oleh pemkab dan pemkot di Sumbar dengan mengadakan kegiatan pekan wisata, antara lain di Kota Padang, Padang Panjang, Bukittinggi, Agam, Solok, Sawah Lunto, & Mentawai. Apalagi pas bertepatan dengan kegiatan Sumatera International Fair II 2008 yang berlangsung hari Sabtu dan Minggu 31-5-07 s.d. 1-6-07 di Padang yang dibuka oleh Menbudpar Jero Wacik.Tidak lengkap rasanya kalo ke Padang tanpa ke Bukit Tinggi. Setelah muter kota liat-liat obyek wisata, tibalah saat yang ditunggu-tunggu yaitu makan siang. Sebagai orang yang sudah ketauan doyan makan, acara makan berlangsung khidmat dan lama mulai dari bubur kampiun, nasi kapau, lemang plus duren, es ampiang dadih, belut goreng dan tidak lupa sorenya mampir ke sate padang Pak Syukur. Ada yang aneh ketika lewat kota Padang Panjang, di pinggir jalan terdapat rumah makan masakan padang besar dengan tulisan “SIMPANG RAYA BOGOR-CABANG BOGOR”. Tenyata masakan padang aslinya ada di Bogor!
Habis makan, perjalanan dilanjutkan ke balai kota Bukittinggi. Kantor balai kota berdiri megah di atas bukit. Di sebelah kanannya berdiri perpustakaan Proklamator Bung Hatta yang tidak kalah megahnya. Menyenangkan, banyak koleksi buku, novel, komik, majalah dan koran. Tempatnya adem, bersih, dan luas. Sayangnya tidak ada angkutan umum yang sampai di depan perpustakaan, bagi yang tidak memiliki kendaraan dari bawah bukit harus jalan kaki ke atas sekitar 200 meter sehingga, agak menyulitkan memang. Hmm.. kalo ada angkutan gratis yang mengangkut penumpang bolak-balik dari bawah ke atas enak kali ya?
Setelah seminggu pindah-pindah hotel, akhirnya dapat juga hotel yang sesuai sampai waktunya pulang. Pulang…
Senin, Mei 26, 2008
Tentang Radiasi Optical Mouse
"Kenyamanan optical mouse ternyata mempunyai efek samping yang berbahaya. Tiga tahun semenjak peluncuran pertama optical mouse oleh microsoft, telah ditemukan ribuan kasus kelainan pada jaringan tangan akibat radiasi yang dipancarkan mouse. Optical mouse bekerja dengan memancarkan gelombang elektromagnetik frekuensi tinggi ke permukaan di bawahnya. Frekuensi yang digunakan jauh lebih tinggi dari pada pada handphone."
Mungkin sudah pada sering baca tulisan itu ya? Dari hasil konsultasi dengan mbah google dengan keyword "radiasi optical mouse", ternyata banyak temen2 blogger yang meng-kopi-paste artikel itu, misalnya:
1. sono
2. sini
3. situ
4. sana
5. itu
6. inu
7. iku
8. itutuh
9. ini
10. dia
11. dikau
12. inidia
Namun sayangnya hanya sini dan ini dan inidia yang menyebutkan sumber tulisannya.
he he he dan ha ha ha malah membuat artikel tersebut sebagai contoh "hoax" dengan ulasan yang mirip. Entah itu artikel betulan hoax ato kebetulan saja, tidak tahu juga.
Bagus juga infonya dan mungkin bermanfaat bagi kita semua. Namun apakah etis kita mengkopi paste tulisan orang begitu saja? Kalo tulisan saya yang dikopi paste mungkin yang saya rasakan adalah bangga dan seneng karna ada yang mau meliriknya, tapi apa orang lain juga merasakan hal yang sama. Mungkin kita punya pendapat masing-masing tentang itu. Tetapi secara ilmiah, bukankah kita tidak dibolehkan menjiplak karya orang tanpa ijin. Bahkan mempublikasikan karya yang sama pada lebih dari satu media massa dianggap melanggar kode etik pers. Paling tidak dimodifikasi sedikitlah tulisan itu untuk menunjukkan kreatifitas kita.
Bukan maksud saya menuduh temen-temen sebagai penjiplak ato tukang kopas, hanya kebetulan aja blognya oleh mbah google dirujuk dihalaman pertama dan seterusnya. Masih lebih banyak kok karya temen-temen yang orijinal. Ini terutama lebih untuk mengingatkan saya agar menghargai hasil karya jerih payah orang lain, minimal dengan menulis sumbernya. Maaf kepada semua teman2 yang saya kutip karyanya. Ini hanya sekedar uneg2 tidak penting, boleh percaya ato tidak.
Kamis, Mei 01, 2008
JaMiDoNg
Ya iya laah
Masak ya iya dong
Dari dulu namanya Mulan Jameelah
Bukan Mulan Jamidong
Begitu kata penyiar radio kemarin pagi..
Minggu, April 20, 2008
Super Brengsek di Jalan Raya
Mau tau siapa yang patut dianugerahi julukan Super Brengsek di Jalan Raya? Bukan sopir angkot, mikrolet, metromini, bahkan bajaj sekalipun. Ternyata yang paling pantas mendapat julukan terhormat itu adalah pengendara sepeda motor. Bener, ini adalah fakta setelah melihat, mengalami, dan tentu saja (sering) melakukan sendiri.
Angkot yang dituduh sebagai biang kemacetan karena sering berhenti mendadak dan ngetem pararel ternyata gak bisa 100% disalahkan. Sopir angkot ternyata sudah menjalankan SOP (Standar Operating Procedure) sesuai ketentuan hasil diklat mengemudi angkutan umum (bener ada gak sih?). Faktanya kelakuan sopir angkot di Jakarta, Bandung, Bogor, Makassar, Medan, Lombok, Kendari, Semarang, Surabaya dan di seluruh kota di Indonesia seragam!
Gak percaya kalo pengendara sepeda motor pantas mendapat sebutan itu? Nih buktinya:
- Pengendara motor selalu nutup jalan meskipun gak muat, terutama motor yang mboncengin barang gede. Kalo bajaj, dia langsung minggir ngasih jalan setelah tau gak ada celah yang muat buat dirinya.
- Pengendara motor seringkali gak tau secara persis ukuran bodi motornya, terutama yang dipasangi kotak barang dibelakangnya. Kalo belok ato nyalip kotaknya sering nyenggol orang lain, nyangkut spion mobil, bahkan jatuh terlepas setelah senggolan.
- Pengendara motor suka menggunakan trotoar! Ini cuplikan obrolan pagi tadi yang terjadi antara pengendara motor dan pejalan kaki di trotoar sempit di jalan Sutan Syahrir Menteng:
motor : fxy#i@uxv$!*
kaki : turun!!
motor : y#i@uxv$!*fx (sambil buka kaca helm)
kaki : turun!!!
motor : i@uxv$!* fxy#
kaki : turun! Ini buat pejalan kaki.
motor : uxv$!* fxy#i@ (turun ke taman dan membiarkan pejalan kaki lewat)
kaki : bagaimana bangsa ini bisa beres kalo kelakuan orang2 kayak gitu!
- Pengendara motor sering gak tau fungsi spion (kebanyakan di luar jawa). Kalo diklakson dari belakang bukannya ngelirik spion dan minggir, malah langsung noleh ke belakang.
- Pengendara motor menyebabkan macet total pas hujan deras karena berteduh di bawah jembatan layang dan di terowongan bypass. Tapi bisa juga karena mobil mogok ding..
- Pengendara motor gak mau ngasih kesempatan orang ato kendaraan lain nyebrang. Jadinya malah tambah macet karena dari dua arah sam-sama gak bisa jalan. Coba ngalah aja dikit kasih jalan untuk dua ato tiga orang nyebrang.
Tulisan ini didukung dengan data yang tidak akurat dan analisis subjektif dan independen. Hasilnya tentu saja boleh dipercaya ato tidak.
Rabu, April 16, 2008
Malu Aku
Kemarin aku dan teman sekelas ditraktir makan-makan ama temen yang syukuran karena lulus ujian tesis di restoran Korea Paregu dekat Masjid Pondok Indah. Itu tuh yang jualan yakiniku dan shabu-shabu. Sebenarnya yang nraktir Cuma satu orang yaitu pak Heru, tapi ada temen satu lagi yang sudah lulus tesis yaitu pak Teraju. Karena baru pertama kali masuk restoran Korea yang masak-masak sendiri, gak tau aku harus ngapain. Akhirnya ya dimulai dengan yang gak pake masak, yaitu semangka, pangsit dan combro! Baru tau aku kalo ada combro di restoran korea! Untung mas-mas yang pada kerja disitu banyak membantu memasakkan sekaligus ngasih tau cara makannya. Hmm enak juga masakan korea, tapi dasar lidah jawa yang paling enak ya cuma bakso dan daging bakar. Bener juga malu bertanya kelaparan…
Tapi bukan itu yang membuat aku malu.Bukan soal aku yang doyan makan, terutama yang gratisan, atopun karena nambah berkali-kali sampai kuah dalam panci kering kerontang, bukan itu. Kalo soal itu temen-temen sudah pada tau, paling mereka cuma komentar “dasar gendut”. Aku malu karena mereka yang sudah jadi bos dengan segala kesibukannya aja bisa menyelesaikan tesis tepat waktu, lha aku kok masih berhenti di judul doank. Saluuuuut buat pak Heru dan pak Teraju.
Ayo semangat, mulai lagi nulis serius, kurangi browsing-browsing dulu, kejar deadline ujian, jangan sampai kalah dengan temen-temen yang lain, jangan males-malesan, sehari cukup sekali buka imel, sekali buka blog, eiiit, jangan buka blog dulu ntar malah buka-buka yang lain lagi.
Tapi apa bisa???
Bisa donk, dan harus bisa. Mau jadi tambah malu?
Terima kasih pak Heru tuk makan-makannya, kapan-kapan lagi ya!
Yang lain boleh juga kok undang aku kalo lagi syukuran.
Kamis, April 03, 2008
Batam ooo Batam
Begitu turun di bandara Hang Nadim Batam, buru-buru aku ambil troli untuk mengangkut koperku dan teman-teman. Ups troli macet, rodanya gak mau bergerak, ambil troli yang lain macet juga. Setelah dipelototin beberapa saat, aku baru ngeh kalo ternyata troli di Batam lebih canggih daripada di Bandara lain di Indonesia. Trolinya punya mekanisme pengeraman, baru bisa jalan setelah menekan pegangan troli ke bawah. Jadi gak seperti troli di bandara lain yang kadang suka nyelonong sendiri kalo ditinggal di tempat yang tidak rata.
Pengembangan Pulau Batam terbagi dalam beberapa periode. Periode pertama yaitu tahun 1971-1976 dikenal dengan nama Periode Persiapan yang dipimpin oleh Dr.Ibnu Sutowo. Periode kedua adalah Periode Konsolidasi (1976-1978) dipimpin oleh Prof.Dr.JB.Sumarlin. Setelah itu adalah Periode Pembangunan Sarana Prasarana dan Penanaman Modal yang berlangsung selama 20 tahun. Yaitu tahun 1978-1998, yang diketuai Prof.Dr.BJ. Habibie. Kemudian sejak tahun 1998 sampai sekarang, dibawah kepemimpinan Ismeth Abdullah dinamakan Periode Pengembangan Pembangunan Prasarana dan Penanaman Modal Lanjutan. Pada masa kepemimpinan Habibie, tatakota Batam sangat teratur dengan pembagian lokasi-lokasi untuk perkantoran, industri, dan perumahan yang jelas dan terarah. Namun pada saat ini pembangunan bercampur baur tidak jelas lagi tergantung kemauan pemilik modal, bahkan tidak sedikit ruko yang setengah jadi mangkrak tidak terawat. Terlihat beberapa bangunan yang menjadi lanscape kota Batam seperti masjid raya Batam dan Jembatan Barelang yang kurang terawat, bahkan beberapa karet pelindung kabel baja pada jembatan Barelang hilang sehingga rawan korosi. Seperti biasa kita mampu membangun namun tidak mampu merawat.
Di kawasan Nagoya yang terkenal sebagai pusat belanja banyak hotel dengan tarif bervariasi dari kelas melati sampai bintang empat komplit dengan cewek-cewek yang memakai rok sejengkal di atas lutut. Tapi masih ada pilihan lain bagi warga muslim yang merasa khawatir dengan image dan makanan yang disediakan hotel, yaitu dengan menginap di Pusat Informasi Haji (PIH) di daerah Engku Putri. PIH yang terletak di dekat asrama haji dan masjid raya Batam menyediakan penginapan dan pelayanan sekelas hotel bintang tiga dengan tarif mulai 200ribuan permalam, fasilitas internet kecepatan tinggi disediakan bebas melalui hotspot yang bisa diakses di setiap lantainya. Sayangnya image Batam yang sebelumnya terkenal surga belanja sekarang mulai luntur karena harga-harga barang elektro dan fashion mulai naik tidak berbeda jauh dengan harga Jakarta. Tapi kalo mau cari sampah (barang bekas) Singapura masih banyak.Sudah biasa kalau di warung padang piring disusun di tangan kanan dan kiri. Tapi di RM Bundo Kanduang Batam, 21 piring lauk disusun dalam bentuk piramid terbalik dan dibawa satu tangan. Banyak juga pujasera yang menyajikan beraneka ragam seafood di ruang terbuka ala hongkong, komplit dengan pelayannya yang berpakaian ketat. Hal ini ditunjang dengan cuaca Batam yang panas jarang hujan, meski disebagian pulau Jawa dan Sumatera sedang Banjir. Bagi yang ingin masakan khas melayu, bisa mencoba ikan sembilang asam pedas di daerah Tanjung Riau. Ikan sembilang mirip lele tapi hidup di laut.
Ada banyak lokasi wisata alam di Batam, antara lain jembatan Barelang, Pantai Melur, pulau Galang tempat kamp pengungsi Vietnam, patung raksasa Dewi Kwan Im di Tanjung Pinggir dan lain-lain. Yang pasti setelah tiga minggu di Batam badan tambah gendut dan makin item.
Senin, Maret 03, 2008
Pulang
Akhirnya pulang,
Capek,
Mo marah,
Macet lagi,
Hujan lagi,
Naik motor lagi,
Mata merah kena asap,
Hidung kering,
Tenggorokan tersumbat,
Ada pak ogah,
Ketemu angkot ngetem,
Ada bajaj nylonong semaunya,
Ikut nylonong aah...
Tapi kenapa mesti ngeluh?
Bersyukur lebih baik daripada mengeluh.
Masih untung ada pekerjaan menunggu.
Daripada menunggu pekerjaan?
Liat donk yang pada nongkrong di lampu merah!
Iya, ya...
Emang kadang aku lupa dan gak tau diri.
Alhamdulillah.
Terima kasih Ya Allah.
Atas semua berkat dan karunia yang Engkau berikan.
Amiiin.
