Senin, Januari 10, 2011

10/01/2011

Rabu, Desember 29, 2010

tangkap aja pak pulisi, itu suporter emang bandel.. :)

suporter timnas final aff di semanggi

Kamis, Desember 16, 2010

EDC

EDC atau biasa disebut everiday carry yaitu barang bawaan sehari-hari. Tapi yang ini gak boleh dipinjem ya.. :p

Rabu, Desember 15, 2010

bonyok dah

akibat lepas kendali

Senin, April 05, 2010

Bus Malem Full Hotspot & Hot Coffee


Semalem aku naik bus malem jurusan jepara-jakarta/lebak bulus yang baru saja dilaunching minggu lalu, yaitu PO Bejeu (lihat tanggal postingnya ya). Hebatnya bus ini memberi fasilitas melebihi pesawat terbang, ada free hotspot, kopi panas, snack, air mineral, dan makan malam. Menjelang berangkat ada pengumuman dari sopir yang isinya perkenalan kru bus dan mengajak berdoa semoga selamat sampai tujuan, tentu saja setelah penumpang didata satu persatu mau turun dimana.

Bus ini dibatasi untuk maksimal 28 penumpang, di pintu tengah terdapat interkom ke kokpit sehingga kenek gak perlu teriak2 kalau mo ngomong ke sopir bus. Selain itu di pintu toilet juga ada indikator lampu merah hijau yang menunjukkan sedang kosong atau isi.

Kalo blom ada yang memberi fasilitas lebih, kayaknya susah pindah ke lain hati nih... :D

Kamis, September 10, 2009

Kumpul Kebo di Siang Bolong

Lama banget gak ngeblog gara2 nemu mainan baru bernama fesbuk. Hari ini mumpung agak lega iseng2 nulis lagi ah dengan judul yang aduhai. Gak usah banyak cerita, cukup lihat saja gambarnya. Ini kejadian pas di Madura bulan Juli kemarin, orang2 pada kumpul kebo di siang bolong...

Keliatan kan kebonya? Eh itu kebo apa sapi yak???

Selasa, Mei 19, 2009

Semalam di Senggigi

Ini kedua kalinya aku ke kabupaten Lombok Timur. Tapi karena pada perjalanan yang pertama belum sempat mengelilingi kota Mataram terutama melihat keindahan pantai Senggigi, maka sekarang kusempatkan mampir di pantai Senggigi. Setelah mendarat di bandara Selaparang Mataram jam 2 siang, mumpung masih siang aku jalan-jalan dulu di sepanjang pantai lalu mampir ke atas bukit yang mempunyai pemandangan ke seluruh pantai Senggigi. Ternyata pantai Senggigi memang bener-benar indah, dari atas terlihat hamparan pasir putih dengan perahu-perahu yang mengapung di lautan biru. Tiba-tiba hinggap seekor burung hitam bersayap coklat di atas ranting pohon. Ada yang tau nggak itu burung apa namanya?

Setelah puas mengelilingi pantai Senggigi, aku menuju hotel Jayakarta untuk menginap semalam. Tapi sebelum itu mampir dulu ke toko souvenir yang banyak menjual kerajinan mutiara. Setelah chek-in aku langsung menuju kamarku yang menghadap laut, sayang letaknya agak jauh dari gedung utama. Bangun pagi aku menuju pantai berjalan-jalan menikmati keindahan matahari terbit. Sayang pagi itu mendung menggantung, sehingga keindahan sunrise di pantai senggigi tidak dapat terekam kamera. Setelah sarapan aku melanjutkan perjalanan kabupaten Lombok Timur.

Tidak banyak yang dapat diceritakan tentang Lombok Timur. Aku tidak sempat jalan-jalan karena waktuku yang tersita oleh pekerjaan. Namun suasana religius amat terasa kental di kota ini. Terlihat banyak orang mengaji di pagi hari, masih banyak madrasah khusus putri yang siswinya belajar sambil lesehan di lantai beralas tikar. Mungkin karena Lombok Timur merupakan pusat organisasi keagamaan Nahdlatul Wathan, dimana salah satu cucu pendirinya saat ini menjadi gubernur NTB.

Rabu, April 29, 2009

Tanjung Pinang Kota Gurindam

Menuju kota Tanjung Pinang aku mendarat di bandara Hang Nadim Batam, setelah itu barulah melanjutkan perjalanan dengan menggunakan kapal cepat selama 1 jam menuju Kota Tanjung Pinang. Sebenarnya ada pesawat yang langsung mendarat di Tanjung Pinang, namun jadwal penerbangannya terbatas. Mendekati pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjung Pinang, di sebelah kanan terlihat dari kejauhan tulisan Tanjung Pinang Kota Gurindam sementara di sebelah kiri terlihat menara Masjid Sultan Riau pulau Penyengat. Di kejauhan terlihat tongkang yang mengangkut pasir laut ke Singapura. Di pelabuhan Sri Bintan Pura banyak bersandar kapal cepat modern yang menyeberangkan penumpang ke Singapura dan ke Batam, selain itu masih banyak juga kapal kayu tradisional yang mengangkut sembako dan penumpang ke pulau-pulau lain di wilayah Kepulauan Riau.
Kota Tanjung Pinang terkenal dengan gurindam dua belas yang merupakan mahakarya dari Raja Ali Haji (1808-1873). Gurindam dua belas terdiri dari 12 fasal syair berisi nasihat-nasihat yang masih sesuai untuk masa kini. Raja Ali Haji yang telah ditetapkan sebagai pahlawan nasional bidang bahasa Indonesia dimakamkan di pulau Penyengat pada komplek pemakaman kerajaan Riau-Lingga. Untuk melihat peninggalan sejarah kerajaan Riau Lingga, kita dapat naik becak motor berkeliling pulau Penyengat selama satu jam dengan ongkos hanya 30 ribu. Hingga saat ini di pulau Penyengat masih terdapat sisa-sisa bangunan kerajaan Riau-Lingga. Namun yang masih berdiri tegak adalah Masjid Sultan Riau. Seperti halnya bangunan tempo dulu, tembok masjid dibuat tanpa menggunakan semen, hanya menggunakan campuran pasir dan semen putih. Ketebalan temboknya sekitar 50 cm, sementara diameter tiang masjid seukuran pelukan empat orang dewasa. Adapun mimbar masjid yang terbuat dari kayu jati dikirim khusus dari Jepara yang memang sudah terkenal dengan ukir-ukirannya. Di dalam masjid ini tersimpan dua buah Al Qur’an tulisan tangan hasil karya Abdurrahman Stambul pada tahun 1867.
Di pulau Penyengat yang berjarak 30 menit naik pompong (perahu) dari Tanjung Pinang juga terdapat balai adat melayu “Indera Perkasa” yang memajang foto-foto keluarga kerajaan Riau-Lingga. Balai adat ini masih sering dipergunakan untuk pesta perkawinan maupun pesta adat lainnya. Datang ke Tanjung Pinang belum lengkap rasanya kalau belum mencicipi ikan asam pedas khas melayu dan teh tariknya yang nikmat. Di daerah ini es teh manis dikenal dengan nama “teh obeng”, sedangkan teh manis disebut “teh O”.