Senin, Mei 26, 2008

Tentang Radiasi Optical Mouse

"Kenyamanan optical mouse ternyata mempunyai efek samping yang berbahaya. Tiga tahun semenjak peluncuran pertama optical mouse oleh microsoft, telah ditemukan ribuan kasus kelainan pada jaringan tangan akibat radiasi yang dipancarkan mouse. Optical mouse bekerja dengan memancarkan gelombang elektromagnetik frekuensi tinggi ke permukaan di bawahnya. Frekuensi yang digunakan jauh lebih tinggi dari pada pada handphone."

Mungkin sudah pada sering baca tulisan itu ya? Dari hasil konsultasi dengan mbah google dengan keyword "radiasi optical mouse", ternyata banyak temen2 blogger yang meng-kopi-paste artikel itu, misalnya:
1. sono
2. sini
3. situ
4. sana
5. itu
6. inu
7. iku
8. itutuh
9. ini
10. dia
11. dikau
12. inidia
Namun sayangnya hanya sini dan ini dan inidia yang menyebutkan sumber tulisannya.

he he he dan ha ha ha malah membuat artikel tersebut sebagai contoh "hoax" dengan ulasan yang mirip. Entah itu artikel betulan hoax ato kebetulan saja, tidak tahu juga.

Bagus juga infonya dan mungkin bermanfaat bagi kita semua. Namun apakah etis kita mengkopi paste tulisan orang begitu saja? Kalo tulisan saya yang dikopi paste mungkin yang saya rasakan adalah bangga dan seneng karna ada yang mau meliriknya, tapi apa orang lain juga merasakan hal yang sama. Mungkin kita punya pendapat masing-masing tentang itu. Tetapi secara ilmiah, bukankah kita tidak dibolehkan menjiplak karya orang tanpa ijin. Bahkan mempublikasikan karya yang sama pada lebih dari satu media massa dianggap melanggar kode etik pers. Paling tidak dimodifikasi sedikitlah tulisan itu untuk menunjukkan kreatifitas kita.

Bukan maksud saya menuduh temen-temen sebagai penjiplak ato tukang kopas, hanya kebetulan aja blognya oleh mbah google dirujuk dihalaman pertama dan seterusnya. Masih lebih banyak kok karya temen-temen yang orijinal. Ini terutama lebih untuk mengingatkan saya agar menghargai hasil karya jerih payah orang lain, minimal dengan menulis sumbernya. Maaf kepada semua teman2 yang saya kutip karyanya. Ini hanya sekedar uneg2 tidak penting, boleh percaya ato tidak.

Kamis, Mei 01, 2008

JaMiDoNg

Ya iya laah
Masak ya iya dong
Dari dulu namanya Mulan Jameelah
Bukan Mulan Jamidong

Begitu kata penyiar radio kemarin pagi..

Minggu, April 20, 2008

Super Brengsek di Jalan Raya

Mau tau siapa yang patut dianugerahi julukan Super Brengsek di Jalan Raya? Bukan sopir angkot, mikrolet, metromini, bahkan bajaj sekalipun. Ternyata yang paling pantas mendapat julukan terhormat itu adalah pengendara sepeda motor. Bener, ini adalah fakta setelah melihat, mengalami, dan tentu saja (sering) melakukan sendiri.

Angkot yang dituduh sebagai biang kemacetan karena sering berhenti mendadak dan ngetem pararel ternyata gak bisa 100% disalahkan. Sopir angkot ternyata sudah menjalankan SOP (Standar Operating Procedure) sesuai ketentuan hasil diklat mengemudi angkutan umum (bener ada gak sih?). Faktanya kelakuan sopir angkot di Jakarta, Bandung, Bogor, Makassar, Medan, Lombok, Kendari, Semarang, Surabaya dan di seluruh kota di Indonesia seragam!

Gak percaya kalo pengendara sepeda motor pantas mendapat sebutan itu? Nih buktinya:

  • Pengendara motor selalu nutup jalan meskipun gak muat, terutama motor yang mboncengin barang gede. Kalo bajaj, dia langsung minggir ngasih jalan setelah tau gak ada celah yang muat buat dirinya.
  • Pengendara motor seringkali gak tau secara persis ukuran bodi motornya, terutama yang dipasangi kotak barang dibelakangnya. Kalo belok ato nyalip kotaknya sering nyenggol orang lain, nyangkut spion mobil, bahkan jatuh terlepas setelah senggolan.
  • Pengendara motor suka menggunakan trotoar! Ini cuplikan obrolan pagi tadi yang terjadi antara pengendara motor dan pejalan kaki di trotoar sempit di jalan Sutan Syahrir Menteng:
kaki : turun!
motor : fxy#i@uxv$!*
kaki : turun!!
motor : y#i@uxv$!*fx (sambil buka kaca helm)
kaki : turun!!!
motor : i@uxv$!* fxy#
kaki : turun! Ini buat pejalan kaki.
motor : uxv$!* fxy#i@ (turun ke taman dan membiarkan pejalan kaki lewat)
kaki : bagaimana bangsa ini bisa beres kalo kelakuan orang2 kayak gitu!
  • Pengendara motor sering gak tau fungsi spion (kebanyakan di luar jawa). Kalo diklakson dari belakang bukannya ngelirik spion dan minggir, malah langsung noleh ke belakang.
  • Pengendara motor menyebabkan macet total pas hujan deras karena berteduh di bawah jembatan layang dan di terowongan bypass. Tapi bisa juga karena mobil mogok ding..
  • Pengendara motor gak mau ngasih kesempatan orang ato kendaraan lain nyebrang. Jadinya malah tambah macet karena dari dua arah sam-sama gak bisa jalan. Coba ngalah aja dikit kasih jalan untuk dua ato tiga orang nyebrang.

Tulisan ini didukung dengan data yang tidak akurat dan analisis subjektif dan independen. Hasilnya tentu saja boleh dipercaya ato tidak.

Rabu, April 16, 2008

Malu Aku

Kemarin aku dan teman sekelas ditraktir makan-makan ama temen yang syukuran karena lulus ujian tesis di restoran Korea Paregu dekat Masjid Pondok Indah. Itu tuh yang jualan yakiniku dan shabu-shabu. Sebenarnya yang nraktir Cuma satu orang yaitu pak Heru, tapi ada temen satu lagi yang sudah lulus tesis yaitu pak Teraju. Karena baru pertama kali masuk restoran Korea yang masak-masak sendiri, gak tau aku harus ngapain. Akhirnya ya dimulai dengan yang gak pake masak, yaitu semangka, pangsit dan combro! Baru tau aku kalo ada combro di restoran korea! Untung mas-mas yang pada kerja disitu banyak membantu memasakkan sekaligus ngasih tau cara makannya. Hmm enak juga masakan korea, tapi dasar lidah jawa yang paling enak ya cuma bakso dan daging bakar. Bener juga malu bertanya kelaparan…

Tapi bukan itu yang membuat aku malu.

Bukan soal aku yang doyan makan, terutama yang gratisan, atopun karena nambah berkali-kali sampai kuah dalam panci kering kerontang, bukan itu. Kalo soal itu temen-temen sudah pada tau, paling mereka cuma komentar “dasar gendut”. Aku malu karena mereka yang sudah jadi bos dengan segala kesibukannya aja bisa menyelesaikan tesis tepat waktu, lha aku kok masih berhenti di judul doank. Saluuuuut buat pak Heru dan pak Teraju.

Ayo semangat, mulai lagi nulis serius, kurangi browsing-browsing dulu, kejar deadline ujian, jangan sampai kalah dengan temen-temen yang lain, jangan males-malesan, sehari cukup sekali buka imel, sekali buka blog, eiiit, jangan buka blog dulu ntar malah buka-buka yang lain lagi.

Tapi apa bisa???
Bisa donk, dan harus bisa. Mau jadi tambah malu?
Terima kasih pak Heru tuk makan-makannya, kapan-kapan lagi ya!
Yang lain boleh juga kok undang aku kalo lagi syukuran.

Kamis, April 03, 2008

Batam ooo Batam

Begitu turun di bandara Hang Nadim Batam, buru-buru aku ambil troli untuk mengangkut koperku dan teman-teman. Ups troli macet, rodanya gak mau bergerak, ambil troli yang lain macet juga. Setelah dipelototin beberapa saat, aku baru ngeh kalo ternyata troli di Batam lebih canggih daripada di Bandara lain di Indonesia. Trolinya punya mekanisme pengeraman, baru bisa jalan setelah menekan pegangan troli ke bawah. Jadi gak seperti troli di bandara lain yang kadang suka nyelonong sendiri kalo ditinggal di tempat yang tidak rata.

Pengembangan Pulau Batam terbagi dalam beberapa periode. Periode pertama yaitu tahun 1971-1976 dikenal dengan nama Periode Persiapan yang dipimpin oleh Dr.Ibnu Sutowo. Periode kedua adalah Periode Konsolidasi (1976-1978) dipimpin oleh Prof.Dr.JB.Sumarlin. Setelah itu adalah Periode Pembangunan Sarana Prasarana dan Penanaman Modal yang berlangsung selama 20 tahun. Yaitu tahun 1978-1998, yang diketuai Prof.Dr.BJ. Habibie. Kemudian sejak tahun 1998 sampai sekarang, dibawah kepemimpinan Ismeth Abdullah dinamakan Periode Pengembangan Pembangunan Prasarana dan Penanaman Modal Lanjutan. Pada masa kepemimpinan Habibie, tatakota Batam sangat teratur dengan pembagian lokasi-lokasi untuk perkantoran, industri, dan perumahan yang jelas dan terarah. Namun pada saat ini pembangunan bercampur baur tidak jelas lagi tergantung kemauan pemilik modal, bahkan tidak sedikit ruko yang setengah jadi mangkrak tidak terawat. Terlihat beberapa bangunan yang menjadi lanscape kota Batam seperti masjid raya Batam dan Jembatan Barelang yang kurang terawat, bahkan beberapa karet pelindung kabel baja pada jembatan Barelang hilang sehingga rawan korosi. Seperti biasa kita mampu membangun namun tidak mampu merawat.

Di kawasan Nagoya yang terkenal sebagai pusat belanja banyak hotel dengan tarif bervariasi dari kelas melati sampai bintang empat komplit dengan cewek-cewek yang memakai rok sejengkal di atas lutut. Tapi masih ada pilihan lain bagi warga muslim yang merasa khawatir dengan image dan makanan yang disediakan hotel, yaitu dengan menginap di Pusat Informasi Haji (PIH) di daerah Engku Putri. PIH yang terletak di dekat asrama haji dan masjid raya Batam menyediakan penginapan dan pelayanan sekelas hotel bintang tiga dengan tarif mulai 200ribuan permalam, fasilitas internet kecepatan tinggi disediakan bebas melalui hotspot yang bisa diakses di setiap lantainya. Sayangnya image Batam yang sebelumnya terkenal surga belanja sekarang mulai luntur karena harga-harga barang elektro dan fashion mulai naik tidak berbeda jauh dengan harga Jakarta. Tapi kalo mau cari sampah (barang bekas) Singapura masih banyak.

Sudah biasa kalau di warung padang piring disusun di tangan kanan dan kiri. Tapi di RM Bundo Kanduang Batam, 21 piring lauk disusun dalam bentuk piramid terbalik dan dibawa satu tangan. Banyak juga pujasera yang menyajikan beraneka ragam seafood di ruang terbuka ala hongkong, komplit dengan pelayannya yang berpakaian ketat. Hal ini ditunjang dengan cuaca Batam yang panas jarang hujan, meski disebagian pulau Jawa dan Sumatera sedang Banjir. Bagi yang ingin masakan khas melayu, bisa mencoba ikan sembilang asam pedas di daerah Tanjung Riau. Ikan sembilang mirip lele tapi hidup di laut.

Ada banyak lokasi wisata alam di Batam, antara lain jembatan Barelang, Pantai Melur, pulau Galang tempat kamp pengungsi Vietnam, patung raksasa Dewi Kwan Im di Tanjung Pinggir dan lain-lain. Yang pasti setelah tiga minggu di Batam badan tambah gendut dan makin item.

Senin, Maret 03, 2008

Pulang

Akhirnya pulang,
Capek,
Mo marah,
Macet lagi,
Hujan lagi,
Naik motor lagi,
Mata merah kena asap,
Hidung kering,
Tenggorokan tersumbat,
Ada pak ogah,
Ketemu angkot ngetem,
Ada bajaj nylonong semaunya,
Ikut nylonong aah...

Tapi kenapa mesti ngeluh?
Bersyukur lebih baik daripada mengeluh.
Masih untung ada pekerjaan menunggu.
Daripada menunggu pekerjaan?
Liat donk yang pada nongkrong di lampu merah!

Iya, ya...
Emang kadang aku lupa dan gak tau diri.
Alhamdulillah.
Terima kasih Ya Allah.
Atas semua berkat dan karunia yang Engkau berikan.

Amiiin.

Selasa, Februari 26, 2008

Tali Leher alias Dasi

Siapa sih yang sebenarnya bikin aturan pake tali leher ato biasa disebut dasi? Sampe sekarang aku belum tau apa fungsi daripada yang namanya dasi selain bikin aku susah nafas. Oiya lupa, waktu sekolah dulu kadang-kadang juga make dasi sebagai lap ingus.

Dan ternyata aku terjebak aturan harus pake dasi kalo tugas luar. “Maaf pak, sales dilarang masuk” begitulah kadang-kadang satpam menyapa, habisnya pake dasi naik motor. Aturan itu benar-benar menyiksa, lha wong masang kancing baju yang paling atas aja susah alias gak muat, maklumlah ukuran XXXL.

Sedangkan pekerjaanku yang jadi kusir dan kurir mengharuskanku blusukan keluar masuk kampung. Ke ke alas jati pake dasi, ke hutan sawit pake dasi, ke sungai barito pake dasi, ke rawa gambut pake dasi, aaaarrgh…

Mbok ya kita lebih percaya diri dengan budaya kita. India bisa bikin roket gak pake dasi, Iran bisa bikin nuklir gak pake dasi, katanya orang jepang pas musim panas juga gak pake dasi, orang bule yang kerja di bumi pertiwi juga jarang pake dasi. Mending kalo di negoro Londo yang bersalju, yang butuh baju rapat dan lehernya diikat biar hangat. Lha seperti kita yang hidup di negara tropis dengan hutan yang mulai habis, ya jelas sumuklah.

Beberapa waktu yang lalu SBY juga sering gembar-gembor tentang hemat energi, gak pake AC, gak pake lift, pake baju tahan sumuk. SBY kemana-mana juga sering pake baju batik lengan pendek, pantes, gagah, isis. Jadi kenapa harus pake dasi?

nb: efek samping pergi kelamaan gak pulang-pulang jadinya ngedumel pelan-pelan takut kedengeran ama yang ngasih ongkos jalan. Ke Batam tiga minggu gak boleh nyebrang, jadinya malah liat nyang aneh-aneh.

Jumat, Februari 22, 2008

d i l e m a

Ketika apa yang dilaksanakan tidak sesuai teori di bangku sekolah
Sikut kanan sikut kiri menendang yang lemah
Mengikuti nafsu serakah
Terbawa hawa amarah
Haruskah aku menyerah?

Dan ternyata...
Aku hanya mampu ambil opsi termudah
Menyatakan tidak setuju dalam hati dengan menunduk pasrah

Payah!!!